Mengenal Gus Cholil
Agus Cholil Rahman merupakan putra ketiga dari pasangan K.H. Muhammad Mukti dan Ny. Hj. Permata Ulfah. Cholil Rahman adalah nama yang diberikan oleh Mbah Dim (sebutan santri yang berasal dari jawa untuk K.H. Muhammad Dimyathi al-Bantani). Gus Cholil (sebutan santri untuk beliau) lahir di Sleman, 9 Maret 1992. Gus Cholil memulai rihlah ilmiah dari Sekolah Dasar Islam Terpadu (SDIT) al-Irsyad al-Islamiyyah 2 Purwokerto. Pada tahun 2004, Gus Cholil telah menyelesaikan pendidikan tingkat dasar dan memilih untuk melanjutkan rihlah ilmiahnya di Surakarta.
Di Surakarta, Gus Cholil memilih Pondok Pesantren Ta’mirul Islam asuhan K.H. Naharussurur dan Ny.Hj. Muttaqiyah sebagai tempat menimba ilmu agama sekaligus melanjutkan pendidikan tingkat menengah pertama di Madrasah Tsanawiyah (MTs) Ta’mirul Islam Surakarta.
Pada tahun 2007, Gus Cholil dinyatakan lulus dari MTs Ta’mirul Islam Surakarta. Setelah 3 tahun menimba ilmu di Pondok Pesantren sekaligus MTs Ta’mirul Islam, Gus Cholil kemudian melanjutkan pendidikan tingkat menengah atas di kota yang sama, tepatnya di Madrasah Aliyah Program Keagamaan (MAPK) Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 1 Surakarta. Pada tahun 2010, Gus Cholil dinyatakan lulus dan memilih untuk melanjutkan rihlah ilmiahnya di Kota Purwokerto.
Di Purwokerto, Gus Cholil melanjutkan pendidikan tingkat perguruan tinggi di Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed). Gus Cholil tercatat sebagai mahasiswa di Jurusan Manajemen, Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB), Unsoed. Selain menjalani kesibukan sebagai seorang mahasiswa, Gus Cholil juga diamanahi oleh Abah untuk menjadi lurah pondok yang pada saat itu dikenal dengan jabatan lurah umum. Pada tahun 2014, Gus Cholil resmi mendapat gelar Sarjana Ekonomi (S.E.) dari Unsoed. Jiwa haus ilmu Gus Cholil membuatnya tidak puas hanya mendapatkan gelar Sarjana, oleh karenanya Gus Cholil memilih untuk melanjutkan rihlah ilmiahnya di tanah kelahirannya, Yogyakarta.
Di Yogyakarta, Gus Cholil memilih Universitas Islam Indonesia (UII) sebagai tujuan rihlah ilmiah selanjutnya. Gus Cholil tercatat sebagai mahasiswa Magister (S2) dengan konsentrasi bidang studi Ekonomi Islam pada Program Pascasarjana (PPs), Magister Ilmu Agama Islam (MIAI), Fakultas Ilmu Islam (FIAI), UII. Pada tahun 2016, Gus Cholil resmi mendapat gelar Magister Ekonomi (M.E.) dari UII. Kini, Gus Cholil menjalani kesibukan sebagai dosen di Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam(FEBI), Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Purwokerto. Selain itu, Gus Cholil juga dengan sabar membantu Abah untuk membina santri-santri Pondok Pesantren al-Qur’an al-Amin Pabuwaran (Pondok Pusat), Pondok Pesantren al-Qur’an al-Amin Prompong (Pondok Cabang), dan Pondok Pesantren al-Qur’an al-Amin Purwanegara (Pondok Cabang).
Barakallah
BalasHapus